Hari-hari Puasa

  Kalender Ibrani mengandung beberapa hari puasa, kebanyakan di antaranya memperingati malapetaka yang berkisar pada hancurnya Bait Suci atau upaya penghancuran bangsa Yahudi. Sekilas mengenai hari-hari puasa tersebut, dan panduan pelaksanaannya adalah sebagai berikut. 3 Tishrei — Puasa Gedaliah 10 Tishrei — Yom Kippur 10 Tevet — Asarah B’Tevet 13 Adar — Puasa Esther 17 Tammuz — Shivah Asar B’Tammuz 9 Av — Tisha B’Av Kedua hari puasa ini termasuk dalam Read more about Hari-hari Puasa[…]

Panduan Chagim

Hari-hari raya yang lain, selain Chagim Moadim, yang tidak secara eksplisit disebutkan di dalam Taurat, merupakan hari-hari raya kecil yang terdapat di dalam Tanakh (dan Taurat) tetapi tidak menjadi hari raya yang kudus. Bangsa Yahudi tidak menguduskan atau memberkati hari-hari tersebut dengan kiddush (anggur dan roti).

Hari-hari tersebut memiliki cara tata ibadah dan kegiatan sendiri yang masing-masing dapat dilihat dengan mendownload PDF di bawah ini:

[…]

Panduan Chagim Moadim

 

Ada dua jenis hari raya dalam Yudaisme. Yang pertama adalah hari-hari raya yang kudus dan secara spesifik difirmankan oleh TUHAN sendiri dalam Taurat untuk dirayakan turun-temurun sampai selama-lamanya, yang disebut dengan hari-hari raya utama, di antaranya termasuk Shalosh Rigalim. Shalosh Rigalim berarti tiga hari raya di mana setiap laki-laki harus datang ke Yerusalem untuk merayakan ketiga hari itu: Pesach, Rosh Hashanah, Sukkot.

Hari-hari raya utama yang secara spesifik difirmankan oleh TUHAN yaitu: HaMatzot (minggu roti tak beragi)/Pesach, Shavuot (hari raya berminggu-minggu), Rosh Hashanah (hari tahun baru), Yom Kippur (hari penebusan), dan Sukkot (hari raya pondok daun), serta Shmini Atzeret dan Simchat Torah.

Tiap hari raya ini ada tata ibadah dan doanya sendiri. Tiap doa dan gerakan memiliki arti simbolis. Di bawah ini ada Siddur untuk hari-hari raya Chagim tersebut (akan dilengkapi seiring dengan waktu).

[…]

Panduan Tata Ibadah Shabbat

Dimulai dengan siddur (tata cara berdoa) untuk Shabbat, mulai dari arvit Shabbat (malam pembuka Shabbat), Shabbat Sacharit (ibadah Shabbat pagi) dan havdallah (penutupan Shabbat). Siddur ini akan terus dilengkapi dengan siddur untuk ibadah-ibadah lainnya, selain Shabbat.

Setiap doa yang disusun memiliki pengajarannya sendiri, mengapa bunyi doanya seperti itu, apa artinya, apa maknanya dan seterusnya.

Setiap gerakan yang menemani doa itu memiliki artinya dan pengajarannya juga. Kadang kita membungkuk, menekukkan lutut atau menegakkan badan, maupun menjinjit. Setiap gerakan memiliki arti sendiri dan alasan Alkitabiah mengapa hal ini dilakukan seperti itu.

Setiap doa memiliki lantunan doanya masing-masing. Beberapa doa memiliki melodi tertentu yang khas. Melodi-melodi ini memiliki makna tertentu juga, alasan dan pengajaran di baliknya.

Tiap doa dalam ibadah Yahudi sarat dengan makna serta pengajaran. Siddur-siddur yang disediakan hanya merupakan tata cara doa, tanpa penjelasan dan pengajarannya, karena tempat yang terbatas. Apabila hendak belajar lebih dalam, silakan mengundang team Eits Chaim Mevaserim Center untuk mengajar di komunitas Anda.

[…]