Mendekati Pembangunan Bait Suci Ketiga (4): 10 Tulah

Antara Exodus dan Final Redemption

Peristiwa sejarah keluarnya bangsa Israel dari Mesir dikenal dengan sebutan “Exodus“. Exodus ini dimulai dengan 10 tulah yang menghantam Mesir untuk menekan Firaun agar mau melepas bangsa Israel keluar dari Mesir. Hanya setelah ke-10 tulah tersebut terjadi, Israel berhasil keluar sebagai bangsa yang merdeka dan “mengesahkan” kedaulatan mereka di Gunung Sinai. Di sana, hukum-hukum pemerintahan Teokrasi mereka diberikan dalam bentuk Taurat dan kedua loh batu.

Rentetan kejadian Exodus Israel ini menjadi peristiwa terbesar dan terpenting di dalam iman Yahudi, bahkan melebihi peristiwa pembangunan Bait Suci pertama maupun kedua. Satu-satunya peristiwa yang akan menjadi lebih penting dan lebih besar daripada Exodus ini adalah kejadian yang masih harus terjadi di masa mendatang, yaitu Final Redemption (Penebusan Akhir). Mengapa?

Para sages Yahudi (para guru, rabbi, nabi, cendekiawan dst) mengajarkan bahwa peristiwa Exodus hanyalah sebuah foreshadow atau bayangan nubuatan dari sebuah peristiwa yang jauh lebih penting dan yang akan menjadi puncak dari seluruh sejarah peradaban di dunia ini. Yaitu Final Redemption itu tadi.

Final Redemption ini berpuncak pada kedatangan Mesias dan pembangunan Bait Suci yang ketiga. Segala peristiwa mendatang yang menghantarkan dunia kepada Final Redemption ini, merupakan kejadian-kejadian yang paralel dengan kejadian-kejadian seputar Exodus yang lalu. Dengan kata lain, sejarah hanya akan berulang, tetapi dengan skala yang jauh lebih besar.

Mengapa lebih besar?

Ada perbedaan yang sangat mendasar antara Exodus yang lalu dengan Final Redemption yang akan datang nanti. Target dari peristiwa Exodus yang dulu adalah bangsa Israel saja. Sementara itu, target dari Final Redemption nanti adalah seluruh dunia ini. Dengan kata lain, apabila dulu yang menerima redemption (penebusan) hanyalah Israel; maka di masa depan, yang menerima redemption adalah seluruh bangsa di dunia ini. Skalanya lebih besar, dampaknya lebih besar.

Untuk mempelajari hal ini dengan lebih mendalam, silakan membaca ulasan dari Rabbi Aden Even-Israel Steinsaltz di dalam essay ini: Exodus and The Final Redemption.

10 Tulah Menuju Final Redemption

Rabbi Pinchas Winston, yang rajin menulis artikel mengenai pemenuhan nubuatan Taurat untuk akhir zaman, mengajarkan bahwa segala yang terjadi selama Exodus ribuan tahun yang lalu akan terulang kembali dalam bentuk yang mirip, di generasi sebelum identitas Mesias diungkapkan. Kepada Breaking Israel News, beliau mengatakan, “Banyak yang tahu bahwa ada persamaan antara Exodus dan the Final Redemption yang sekarang kita nanti-nantikan. Namun, sedikit yang menyadari betapa besar persamaannya.”

Ke-10 tulah ribuan tahun yang lalu, harus terulang kembali di masa kini. Dalam Exodus hanya 1 bangsa yang ditebus, yaitu Israel. Oleh karena itu hanya 1 bangsa yang terkena tulah, yaitu Mesir.

Di Final Redemption, seluruh dunia akan ditebus. Oleh karena itu, seluruh bangsa di dunia ini berpotensi terkena salah satu dari 10 tulah itu. Siklus 10 tulah di Mesir pun hanya terdiri dari 1 ronde saja. 1-10 tulah, dan selesai. Tetapi di zaman kita, sepertinya kita melihat bahwa siklus tersebut berulang-ulang terus, selama beberapa dekade, bahkan ada yang ratusan tahun (boils). Dengan pengecualian tulah ke-9 dan ke-10.

Tahun 2017, penulis Adam Eilyahu Berkowitz pernah mengkompilasi beberapa laporan terjadinya tulah-tulah ini di berbagai belahan dunia. Beliau juga melaporkan prediksi Rabbi Yitzchak Cohen bahwa tulah ke-9, yaitu kegelapan, akan terjadi ketika Nibiru memasuki tata surya bumi. Satu-satunya tulah yang belum pernah terjadi dan tidak ada yang dapat prediksi adalah tulah ke-10, yaitu kematian anak-anak sulung.

Sampai detik ini, bumi mengalami terus tulah ke-1 sampai ke-8, dialami oleh negara yang berbeda-beda, di waktu yang berbeda-beda. Siklus tulah 1-8 ini sudah dimulai, dan sepertinya akan terus berlanjut, sampai — mungkin — detik-detik terakhir kedatangan Mesias, yang didahului oleh tulah ke-9 dan ke-10.

Laporan Media

Di bawah ini adalah peristiwa-perisitwa di berbagai tempat yang dilaporkan oleh media:

1. Sungai yang Berubah Warna

Perubahan warna air sungai menjadi merah darah adalah hal yang paling sering terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Laporan-laporan ini datang dari Malawi, Rusia, dan bahkan beberapa tempat di Indonesia seperti di Pematang Siantar, Banyumas dan Papua.

2. Binatang-binatang Amfibi (Katak)

Setidaknya dua kota di Amerika Serikat pernah dilaporkan bahwa kehidupan di daerah mereka terganggu oleh kehadiran katak dalam jumlah besar, yang muncul dari sungai dan naik ke daratan, memasuki rumah-rumah mereka. Media lokal mereka menyebutnya sebagai tree frog invasion (serangan katak pohon). Seorang penduduk di North Carolina, mengeluh, “Mereka ada di mana-mana. Mereka tiba-tiba muncul setelah curah hujan 15 inci kemarin. Mereka memenuhi jendela-jendela dan bak mandi air panas. Ada satu yang loncat ke muka saya ketika saya berbaring di tempat tidur. Dan ada lagi yang loncat ke atas talenan saya di dapur. Mereka ada di mana-mana!”

Sementara itu media ABC 7 melaporkan bahwa penduduk California selatan sedang terganggu oleh suara-suara katak yang berisik sepanjang hari. Di sini, mereka diserbu oleh jenis katak Coqui, sesuai dengan bunyi yang mereka buat.

Beberapa tahun yang lalu, dua kota di China, Wuhan dan Nanjing, harus berhadapan dengan serbuan lebih dari 10.000 katak yang memenuhi jalan-jalan kota mereka.

Februari 2018, The Guardian melaporkan bahwa kehidupan ekologi Madagascar mulai terancam keseimbangannya, lantaran ada berjuta-juta katak beracun yang memenuhi kediaman manusia dan lingkungan ekosistem mereka.

Serbuan katak ini sering dilaporkan di media, seperti serbuan dari Danau Anderson, seperti terekam di dalam video amatir di bawah ini:

Penyerbuan jutaan katak dari Danau Anderson

3. Kutu

Di dalam Kitab Exodus 8:12-15, TUHAN menjanjikan sebuah tulah yang sering diterjemahkan sebagai “serangga”. Di dalam Kitab Yahudi, tulah ke-3 ini adalah serangan dari kutu. Ada alasan mengapa kutu ini yang dipakai. Ketika tulah ke-1 dan ke-2 datang, para penyihir Mesir berhasil mereplikasi tulah tersebut. Mereka menunjukkan bahwa mereka juga bisa mengubah sisa air yang masih bening menjadi merah darah. Mereka juga dapat mendatangkan lebih banyak katak, untuk memenuhi tempat-tempat di Mesir yang masih kosong dengan lebih banyak lagi katak. Tetapi ketika tulah ke-3 menghantam, mereka tidak dapat mereplikasi kutu. Ketika ini terjadi, mereka mengalah dan mengatakan, “Sungguh ini adalah pekerjaan tangan TUHAN.” (Exodus 8:15)

Di generasi sekarang, serbuan kutu dianggap “normal”, terutama di sekolah-sekolah, di luar negeri dan di musim gugur. Namun serbuan yang paling besar dan mendapat perhatian media Fox News adalah serbuan Super Lice, atau kutu super, yang menyerbu 15 negara bagian di Amerika Serikat secara serentak. Serangga yang menyerang ini tidak dapat dihilangkan dengan obat kutu yang biasa mereka pakai, dan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk diatasi.

4. Arov

Dalam peristiwa Exodus, tulah ke-4 adalah serbuan sesuatu yang bernama arov dalam bahasa Ibrani. Arov ini sebenarnya berarti campuran. Jadi, yang menyerbu di tulah ke-4 ini adalah sebuah campuran. Campuran dari apa?

Di tulah ke-3, setelah Firaun menyerah, TUHAN membuat katak-katak itu mati, meninggalkan bangkai yang berbau busuk di seluruh tanah Mesir (Exodus 8:10). Tetapi ketika Firaun menyerah di tulah ke-4, TUHAN menyingkirkan semua arov itu. Tidak satupun tertinggal. Tidak ada bangkai. Tidak ada bau (Exodus 8:27)

Para komentator besar seperti Targum Yonatan, Rashi, Ibn Ezra dll, menjelaskan bahwa arov itu menunjuk pada campuran binatang-binatang buas. Apabila TUHAN membunuh binatang-binatang itu dan tidak menyingkirkan bangkainya, maka Firaun memiliki keuntungan besar. Mereka dapat memakai kulit binatang tersebut untuk dibuat baju, tas dan pernak-pernik lainnya.

Peristiwa yang mirip seperti ini pernah terjadi di Sunshine Coast, Australia. Serbuan ini dilakukan oleh campuran dari 9 macam binatang liar. Sebagian mengganggu sebagai hama, sebagian membunuh ternak, dan sebagian lain menghilangkan keseimbangan ekosistem lingkungan mereka. New York City pernah mengeluarkan peringatan invasi 3 macam binatang liar yang mengambil alih kota, termasuk coyote.

5. Kematian Ternak

Pada peristiwa Exodus, TUHAN memukul ternak-ternak Mesir sehingga terjadi kematian massal dalam waktu yang singkat. Di generasi kita, National Geography pernah membuat laporan bahwa statistik kejadian kematian massal binatang dan ternak semakin naik. Kematian sudah mencapai angka milyaran binatang. Beberapa kasus bahkan menghapus 90% dari populasi jenis mereka. Laporan tersebut dapat dibaca di sini: Mass Animal Die-Offs Are on the Rise, Killing Billions and Raising Questions

6. Boils

Kitab dalam bahasa Indonesia menerjemahkan dengan “bisul”. Namun penyakit ini jauh lebih mengerikan daripada bisul yang menyebalkan di hidung atau di bokong. National Geography baru-baru ini melaporkan bahwa sebuah penelitian ilmiah berhasil menelusuri asal dari sebuah penyakit bernama bubonic plague, yaitu Mesir kuno. Pertama kali ada epidemi besar-besaran dari bubonic plague ini adalah sekitar abad ke-14, yang membunuh lebih dari 25 juta penduduk dunia, terutama Eropa. Kejadian ini lebih dikenal dengan nama “Black Death“.

Setelah itu, penyakit bubonic plague terjadi lagi di Madagaskar tahun 1990-an. Catatan penelitian medis, Western Medicine Journal saat ini sedang meneliti mengapa terjadi epidemi bubonic plague di Alaska baru-baru ini. Smithsonian Magazine meliput bahwa 30.000 orang dikarantina di China setelah ada 1 orang yang mati terjangkit penyakit mengerikan ini. Majalah ilmiah ini juga melaporkan bahwa penyakit ini sangat jarang, tetapi pernah muncul di dua daerah besar di Amerika Serikat dan di Madagaskar dengan total kematian 39 orang.

7. Hujan Es

Pada zaman Exodus, hail atau hujan es yang terjadi adalah sangat unik. Yaitu es yang jatuh dari langit mengandung api di dalamnya. Di generasi kita sekarang, hujan es sangat biasa terjadi di negara-negara yang memiliki empat musim. Tetapi hujan es yang luar biasa adalah yang dapat mengakibatkan kerugian sebesar 18 juta USD, dengan batu es yang berjatuhan sebesar 8 cm dalam diameter. Hal ini terjadi di Sydney bulan Desember 2018, seperti yang terlihat di video berikut.

8. Belalang

Serbuan jutaan belalang sempat terjadi di beberapa tempat. CNN pernah melaporkan sebuah serbuan di Madagaskar. Bulan September 2018, belalang menyerang pepohonan dan tumbuhan di Morgua, Trinidad. Serangan yang paling baru terjadi di Mecca, seperti yang dilaporkan oleh Russian Today.