Mendekati Pembangunan Bait Suci Ketiga (3): Tahap Pertama – Brasil

Foto: Miniatur Bait Suci Salomo di Museum Israel.

Pada bulan Oktober lalu, Brazil menyelesaikan pemilihan umumnya dengan kemenangan Jair Messias Bolsonaro sebagai Presiden periode baru yang akan dimulai bulan January 2019. Pemilihan presiden baru ini mendadak menjadi sangat populer di media massa Israel.  Segera setelah kemenangannya, Bolsonaro memberikan pernyataan yang kontroversial — bahwa Kedutaan Brazil di Israel akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan — lebih kontroversial lagi — bahwa Kedutaan Palestina di Sao Paolo, Brazil, akan ditutup.

Tetapi berita politik luar negeri bukanlah hal yang dapat mengguncang rakyat Israel. Dari persepsi Yahudi, tindakan Brazil ini memiliki arti yang sangat signifikan di dalam tahap awal pembangunan Bait Suci Ketiga. Berita ini jauh lebih dalam dari sekedar berita politik biasa.

Sebagian umat Yahudi mempercayai bahwa menurut kitab para nabi, pembangunan Bait Suci Ketiga harus diprakarsai oleh bangsa yang berbahasa Spanyol. Seorang Rabbi dan Professor dari Bar Ilan University di Ramat Gan, Israel, Rabbi Prof. Hillel Weiss, menjelaskan bahwa hal ini dinubuatkan terutama di dalam Yesaya 60. Beberapa ayatnya berbunyi demikian:

כִּי־לִי אִיִּים יְקַוּוּ וָֽאֳנִיּוֹת תַּרְשִׁישׁ בָּרִאשֹׁנָה לְהָבִיא בָנַיִךְ מֵֽרָחוֹק כַּסְפָּם וּזְהָבָם אִתָּם לְשֵׁם יְהֹוָה אֱלֹהַיִךְ וְלִקְדוֹשׁ יִשְׂרָאֵל כִּי פֵֽאֲרָֽךְ׃

Pulau-pulau menanti, dengan kapal-kapal dari Tarshish yang memimpin, membawa anak-anak laki-lakimu dari jauh, dan perak dan emas bersama mereka, demi nama Hashem TUHAN-mu, Yang Kudus dari Israel, karena Dia telah memuliakanmu.

וּבָנוּ בְנֵֽי־נֵכָר חֹמֹתַיִךְ וּמַלְכֵיהֶם יְשָׁרְתוּנֶךְ

Anak-anak orang asing yang akan membangun tembok-tembokmu (Yerusalem), dan raja-raja mereka akan melayanimu (Yerusalem)…

Yes 60:9-10a.

Konteks ayat-ayat di atas adalah bangsa-bangsa akan berbondong-bondong ke Israel, dipimpin oleh kapal-kapal dari Tarshish. Sejak setelah zaman Josephus (2000 tahun yang lalu), Tarshish diidentifikasikan oleh para cendikiawan sebagai sebuah kota yang terletak di sebelah selatan Spanyol modern sekarang ini, di pinggir laut, dekat Gibraltar. Bangsa Tarshish inilah yang akan memprakarsai pembangunan Bait Suci Ketiga. Ayat 9 tersebut segera berlanjut dengan deskripsi bahwa yang membantu membangun tembok-tembok Yerusalem (termasuk Bait Suci di dalamnya) adalah “anak-anak orang asing”, bukan orang Israel itu sendiri.

Rabbi Prof. Hillel Weiss menjelaskan bahwa Tarshish menunjuk pada bangsa-bangsa berbahasa Spanyol. “Orang-orang pertama yang akan datang dan mengakui bahwa Yerusalem diperuntukkan bagi Mesias dan pembangunan Bait Suci adalah bangsa-bangsa yang berbahasa Spanyol,” kata Rabbi Weiss. Beliau menunjukkan bahwa di dalam  bab yang sama, nabi Yesaya mendeskripsikan bangsa Tarshish tersebut dengan gambaran yang cocok dengan kondisi Inkuisisi Spanyol.

Inkuisisi Spanyol dimulai tahun 1478. Secara bertahap, sejak tahun ini bangsa Yahudi dianiaya dan diusir dari Spanyol sehingga banyak dari mereka yang lari ke seluruh dunia, termasuk ke Amerika Latin. Ketika koloni Spanyol akhirnya tiba di Amerika Latin, merekapun lari lagi sampai ke ujung-ujung bumi (salah satu tempat pelariannya adalah ke Papua).

Nubuat nabi Yesaya adalah bahwa “anak-anak dari para penganiayamu” akan datang membungkuk dan bersujud.

וְהָלְכוּ אֵלַיִךְ שְׁחוֹחַ בְּנֵי מְעַנַּיִךְ וְהִֽשְׁתַּֽחֲווּ עַל־כַּפּוֹת רַגְלַיִךְ כָּל־מְנַֽאֲצָיִךְ וְקָרְאוּ לָךְ עִיר יְהֹוָה צִיּוֹן קְדוֹשׁ יִשְׂרָאֵֽל׃

Anak-anak dari mereka yang menganiayamu akan datang membungkuk; dan semua yang menghinamu akan datang bersujud dikakimu; mereka akan mengakuimu sebagai “Kota Hashem, Zion, Yang Mahakudus, Tuhannya Israel.

Yes 60:14.

Amerika Latin adalah benua yang banyak sekali didiami oleh negara-negara berbahasa Spanyol. Brazil bukanlah satu-satunya. Tetapi sepertinya, prediksi bahwa Brazil-lah yang akan memprakarsai pembangunan Bait Suci Ketiga, tidak berlebihan. Entah mengapa, penduduk Brazil yang mayoritasnya adalah Kristen, memiliki gairah yang sangat kuat terhadap pembangunan Bait Suci Ketiga ini. Sedemikian besar dukungan mereka, sehingga tahun 2014, mereka membangun sebuah gereja megah dengan rancangan yang mengimitasi Bait Suci Salomo. Imitasi ini berkali-kali lipat jauh lebih besar daripada rancangan Bait Suci Ketiga yang tertulis di dalam kitab para nabi. Gereja ini dapat memuat kurang lebih 10,000 orang dalam satu kali ibadah.

Foto: Gereja di Brasilia, Brazil, mengimitasi rancangan Bait Suci Salomo, dibangun tahun 2014.

Sebagai tandingan, Kedutaan Besar Palestina membangun gedungnya di Brasilia, dengan rancangan imitasi Mesjid Kubah Emas. Kedutaan Besar ini baru dibuka pada bulan February 2016. Secara ideologis, hal ini melambangkan pergulatan yang berlangsung selama berpuluh-puluh tahun, mengenai siapa yang akhirnya akan memenangkan Temple Mount (Bukit Bait Suci). Terpilihnya Presiden Jair Messias Bolsonaro, dan adanya niat untuk menutup Kedutaan Besar Palestina di Brazil (yang berbentuk Mesjid Kubah Emas itu), bagi sebagian orang, menjadi perlambangan dan prediksi bagaimana pergulatan ini akan berakhir. Rakyat Brasil dan sebagian Yahudi di Israel semakin mempercayai bahwa tahap-tahap pertama pembangunan Bait Suci Ketiga ini, sudah dimulai.

Foto: Kedutaan Besar Palestina di Brasil, dibuka tahun 2016, dengan rancangan imitasi Mesjid Kubah Emas di Temple Mount (Bukit Bait Suci), Yerusalem.