Mendekati Pembangunan Bait Suci Ketiga (2): Israel, Bangsa-bangsa dan Ayam Jantan

Sejak 2000 tahun yang lalu, setiap pagi seorang Yahudi akan mengucapkan doa pagi yang disebut dengan “Birkat Ha Shachar”. Doa ini ditulis oleh para rabbi dan nabi-nabi yang tergabung di dalam sebuah dewan tertinggi di dalam agama Yahudi pada jaman itu, yaitu Anshei Knesset Ha Gedolah – artinya Men of Great Assembly atau Persatuan Para Pembesar. Setiap anggotanya adalah para cendekiawan Taurat dan para nabi di zamannya, yang harus bisa berbicara dalam 70 bahasa. Diantara para anggotanya adalah Mordechai (dalam Kitab Esther), Ezra, Nehemia dan masih banyak lagi.

Doa pagi yang mereka tulis ini, dimulai dengan kata-kata berikut:

בָּרוּךְ אַתָּה ה’ אֱלהֵינוּ מֶלֶךְ הָעולָם. אֲשֶׁר נָתַן לַשּכְוִי בִינָה לְהַבְחִין בֵּין יום וּבֵין לָיְלָה

Terpujilah Engkau, Hashem, TUHAN kami, Raja semesta alam, 
Yang telah memberikan kepada ayam jantan, pengertian untuk membedakan
antara pagi dan malam. 

Doa ini memiliki arti yang sangat dalam. Seekor ayam jantan akan mulai berkokok sebelum matahari terbit. Mengapa? Karena TUHAN memberikan pengertian kepadanya bahwa bahkan sebelum dia dapat melihat matahari menerangi bumi, ayam itu sudah tau bahwa sebentar lagi fajar akan menyingsing. Sekalipun sepertinya masih ada beberapa jam sebelum sinar matahari terlihat, ayam jantan sudah berisik memberitahukan (dan memperingatkan) dunia bahwa sebentar lagi terang akan datang.

Ini adalah sebuah perumpamaan mengenai akhir zaman. Kitab Yahudi mengajarkan bahwa berakhirnya zaman akan ditandai dengan beberapa hal. Di antaranya adalah dibangunnya Bait Suci di Yerusalem, datangnya Mesias Yahudi, serta pengakuan atas kedaulatan negara Israel dan pemerintah mesianik-nya. Ayam jantan yang berkokok sebelum matahari terbit, adalah manusia-manusia yang memiliki pengertian dari TUHAN bahwa hari-hari terakhir seperti ini akan segera “terbit” atau tiba. Tibanya era mesianik Israel dengan Bait Suci dan Mesiasnya diumpamakan sebagai “fajar yang menyingsing” dalam doa pagi di atas.

Di tengah-tengah malam ini, ketika kegelapan malam masih meliputi dunia, bangsa-bangsa masih mengutuki Israel dan membenci orang Yahudi. Namun manusia-manusia “ayam jantan” ini adalah mereka yang dapat menerima Israel sekalipun media sepertinya memastikan agar citra Israel tetaplah sebagai penjahat yang haus darah. “Ayam-ayam jantan” ini memiliki pengertian yang melampaui kegelapan malam, yang melihat bagaimana sebenarnya Israel berada di posisi “terang”. Tindakan dan sikap untuk membenci Yahudi dan menolak Israel menjadi jauh dari kehidupan pribadi maupun pilihan strategi politik luar negeri mereka. Sebaliknya, mereka cari tahu dan menggali lebih dalam mengenai konflik Israel di Timur Tengah, sejarahnya, dan duduk perkaranya yang sebenarnya. Mereka tidak sekedar menelan dengan mentah apa yang dicekoki oleh media yang cenderung menjual berita berdarah supaya lebih laku.

Dalam satu tahun ini, media meliput banyak sekali “ayam-ayam jantan” seperti ini yang mulai “berkokok”. Para pemimpin negara seperti ini mendeklarasikan hal-hal yang bersifat mendukung Israel. Bagi beberapa bangsa lain, deklarasi ini merupakan sebuah kejahatan atau pengkhianatan solidaritas persaudaraan. Bagi para “ayam jantan” ini, deklarasi tersebut adalah memberitahukan (dan memperingatkan) dunia, bahwa fajar mulai menyingsing.

Bulan Des 2017, Donald Trump mendeklarasikan pengakuannya bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel, dan mengumumkan bahwa AS akan memindahkan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah ini, menurut Ketua United Temple Movement, Yakov Hayman, adalah langkah yang penting, karena ini akan memicu bangsa-bangsa lain untuk melakukan hal yang sama, dan memulai proses yang panjang menuju pembangunan Bait Suci. Hal ini sesuai dengan nubuat di dalam Kitab Yahudi, dan sudah di bahas di artikel yang pertama serial ini.

Seperti yang diprediksi Hayman, negara-negara lain mulai mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama. Bulan April 2018, para anggota parlemen Honduras mengeluarkan resolusi yang mendukung relokasi kedutaan mereka ke YerusalemGuatemala adalah negara pertama yang telah memindahkan Kedutaan ke Yerusalem di bulan Mei 2018. Romania menyatakan akan mempertimbangkan, dan sampai tanggal 14 Oktober 2018, proposal untuk relokasi, telah diajukan oleh Menteri Luar Negerinya kepada Presiden Romania. Bulan Jun 2018, Presiden Republik Ceko menyatakan bahwa pembukaan Konsul Kehormatan Ceko di Yerusalem merupakan usaha awal mereka yang akan berakhir dengan relokasi Kedutaan mereka di Yerusalem.

Bulan July 2018, mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbot, melobi pemerintahan sekarang untuk merelokasi Kedutaan mereka ke Yerusalem, tetapi proposal ini ditolak mentah-mentah. Namun demikian, Abbot memprediksi bahwa Kedutaan akan pindah juga suatu saat di tahun 2020. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa ketika dia mengajukan proposal agar bantuan untuk Palestina diputus, dia tidak dianggap. Tetapi 18 bulan kemudian, pemerintahan Australia akhirnya memutus bantuan tersebut. “Australia memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dengan Israel daripada yang diketahui oleh rakyatnya sendiri,” jelasnya. (JPost) Tanggal 18 Oktober 2018, hanya beberapa bulan sesudahnya, PM Scott Morrison sudah mengumumkan pertimbangannya mengakui Yerusalem dan merelokasi Kedutaannya.

Selain diskusi-diskusi mengenai relokasi Kedutaan ke Yerusalem, banyak kejutan-kejutan terjadi yang memberikan dukungannya kepada Israel.

Bulan Oktober 2017, pejudo Israel, Tal Flicker, memenangkan medali emas dalam pertandingan Judo, Grand Slam Abu Dhabi 2017. Ketika tiba waktunya untuk memperlihatkan bendera Israel dan memainkan lagu kebangsaan Israel, event organizer-nya menolak dan malah memainkan lagu mars International Judo Federation. Pejudonya, tetap dengan setia menyanyikan lagu kebangsaan Hatikva secara lipsync, dengan latar belakang lagu mars tersebut. Ini terekam dalam video berikut:

Namun setelah deklarasi Trump di bulan Desember 2018, Putra Mahkota Kerajaan Saudi Arabia, Mohammed bin Salman, mengatakan di dalam sebuah wawancara bahwa bangsa Israel memiliki hak untuk hidup dengan damai di tanah mereka. Hal ini dikatakannya ketika sedang mengadakan perjalanan di Amerika Serikat.

Kemudian, Grand Slam Abu Dhabi 2018 diakhiri dengan kejutan bagi Israel. Pejudo yang memenangkan pertandingan tahun 2018, sekali lagi berasal dari Israel. Untuk pertama kalinya, lagu kebangsaan Israel diperdengarkan di Abu Dhabi. Video terlampir:

Kejutan yang terbaru adalah pernyataan dari pemimpin negara Oman, Sultan Qaboos, bahwa sudah waktunya untuk menerima Israel sebagai negara yang berdaulat di Timur Tengah. Hal ini dikatakannya satu hari setelah kunjungan resmi PM Israel ke Oman.

Kemajuan-kemajuan bagi Israel ini menjadi perkembangan yang sangat penting menuju pembangunan Bait Suci yang ketiga, seperti yang dijelaskan oleh Yakov Hayman. “Ketika bangsa Yahudi dan bangsa non Yahudi mulai bergerak bersam-sama, maka pembangunan Bait Suci yang ketiga, tidak dapat dihindari lagi,” kata Hayman.

Artikel berikut: Mendekati Pembangunan Bait Suci Ketiga (3): Memasuki Tahap Pertama.

 

Popups Powered By : XYZScripts.com