Perayaan Purim: Pesta Topeng, Kostum dan Megilat Ester

Beberapa anggota Kelas Online Eits Chaim bergabung dengan Kehilat Torat Chaim Jakarta untuk mengalami Hari Raya Purim dan juga belajar Kitab Esther.  Di dalam perayaan Purim, kaum Yahudi memakai kostum dan topeng.

topeng

Makanan dan minuman yang disediakan pada perayaan di Kehilat Torat Chaim adalah apple pie, biskuit hamantaschen, chocolate mousse dan lain-lain. Sudah menjadi tradisi yang turun temurun bahwa pada perayaan ini, minuman beralkohol disediakan untuk merayakan kemenangan bangsa Yahudi atas Haman pada zaman Ester.

food

Sambil menikmati makanan dan minuman yang ada, Rabbi Tovia Singer mengajar tentang Kitab Ester dan nubuat tentang Nazi yang tersembunyi dalam kode-kode di Kitab Ester itu.

purim

Setelah perayaan Purim pada Rabu malam tanggal 23 Maret 2016, di pagi hari, tiap orang Yahudi memiliki mitzvot “matanot l’evyonim” yaitu pemberian hadiah (berupa makanan, sembako atau uang) kepada orang miskin. Bersama dengan beberapa orang anggota Kehilat Torat Chaim, Rabbi Tovia Singer berjalan mengunjungi sebuah kolong jembatan di Jakarta dan membagi-bagikan makan siang gratis kepada para pemulung di sana.

matanot l'evyonim

Dalam SosMed, Rabbi Tovia Singer mengutarakan keprihatinannya dengan kondisi kehidupan para pemulung di sana. Di bawah ini pernyataannya di Facebook:

“The mitzvah of Matanot l’Evyonim (gifts to the poor) is a cherished commandment on Purim. Members of our congregation gave out meals to homeless families in Jakarta on this festive day. In truth, I wasn’t emotionally prepared for this experience. My heart broke when I witnessed the plight of impoverished Indonesian families who made their home beneath a busy Jakarta highway. With Hashem’s help, I will return to them soon with more food. I will not wait until the next Purim.”

“Perintah matanot l’evyonim (pemberian bagi orang miskin) merupakan sebuah perintah yang dipentingkan dalam Purim. Anggota jemaat kami membagi-bagikan makanan kepada keluarga-keluarga yang tidak memiliki rumah di Jakarta, pada Hari Raya ini. Sebenarnya, secara emosional, saya tidak siap untuk pengalaman ini. Hati saya sedih ketika menyaksikan penderitaan dari keluarga Indonesia yang membuat kolong jembatan toll Jakarta yang sibuk menjadi rumah mereka. Dengan bantuan Hashem, saya akan kembali mengunjungi mereka dengan membawa makanan lebih banyak. Saya tidak akan menunggu sampai Hari Raya Purim yang berikutnya.”

matanot l'evyonim

Popups Powered By : XYZScripts.com