Hanukkah: Makna Besar dalam Mukjizat Kecil (3)

Kitab 1 Makabi 1 mencatat semua kenajisan yang terjadi di dalam Bait Suci TUHAN dan seluruh tanah Israel.

 

Pada zaman Yehuda Makabi, kita telah pelajari bagaimana segelintir orang Yahudi menganggap enteng Hukum Taurat TUHAN, meninggalkan gaya hidup Yahudi Orthodox yang dianggap terlalu “ketat”, dan menjadi “longgar” serta menjadi “sama” dengan bangsa-bangsa lain. Segera sesudah pertahanan rohani ini melonggar, pemerintahan kerajaan Yunani seperti dibukakan pintunya untuk menjadi lebih kurang ajar lagi terhadap kekudusan Bait Suci TUHAN. Kitab 1 Makabi 1 mencatat semua kenajisan yang terjadi di dalam Bait Suci TUHAN dan seluruh tanah Israel:

Raja juga mengirim pembawa pesan dengan ketetapan untuk Yerusalem dan seluruh kota-kota di Yudea, memerintahkan rakyat untuk mengikuti budaya hidup yang asing bagi bangsa itu. Dia memerintahkan untuk tidak memberikan korban bakaran, korban sajian, dan korban anggur di dalam Bait Suci, dan memerintahkan untuk memperlakukan Shabbat dan hari-hari raya seperti hari-hari kerja biasa. Mereka bahkan diperintahkan untuk mencemari Bait Suci dan semua yang kudus di dalamnya. Mereka diperintahkan untuk mendirikan altar-altar, bait-bait suci dan kuil-kuil pagan, dan mengorbankan babi serta semua binatang najis di Bait Suci. Mereka dilarang untuk menyunat anak-anak laki-laki mereka dan diwajibkan untuk menjadikan diri tidak tahir secara ritual dengan segala macam cara, agar mereka melupakan Hukum yang TUHAN berikan melalui Musa dan agar mereka melanggar semua perintah-perintahNya. Hukuman bagi yang melanggar ketetapan raja adalah mati.
(1 Makabi 1:44-50)

Sekali segelintir orang Yahudi membuka celah dengan cara “melonggarkan” hukum Taurat, maka bangsa lain akan masuk untuk semakin mencemari Taurat TUHAN dan kekudusan NamaNya. Di artikel sebelumnya kita sudah membahas bagaimana kelonggaran seperti ini terjadi lagi sebelum Perang Dunia ke-2 di zaman kita. Tahun 1883, ketika gerakan Yahudi non-Orthodox ini sedang hangat-hangatnya, segelinter orang Yahudi yang berkeinginan untuk menjadi seperti bangsa-bangsa lain, suatu saat mengadakan pesta makan banquet. Menu yang disajikan salah satunya adalah makanan yang melanggar hukum kashrut Yahudi – udang. Karena jijik dan marah, beberapa orang Yahudi yang hadir dalam banquet itu mengadakan tindakan walk out – berdiri dan meninggalkan pesta. Peristiwa ini menjadi pemicu dari pecahnya gerakan non-Orthodox ini menjadi Reformed dan Conservative. Selengkapnya mengenai hal ini dapat dibaca di sini.

Mari kita kembali kepada peristiwa perang Makabi.

Ketika Mattathias Makabi dan 5 anak laki-lakinya menyaksikan seorang Yahudi hendak mempersembahkan babi di atas mezbah, bapak 5 anak ini menusuk orang Yahudi itu dan pengawal Yunaninya sampai mati.

Ketika Mattathias melihat orang itu, dia menjadi sangat marah dan melakukan apa yang perlu dilakukan. Dengan gemetar karena murka, dia berlari maju dan membunuh orang itu di mezbah. Dia juga membunuh pegawai istana yang memaksa orang-orang Yahudi untuk mempersembahkan binatang najis, lalu menghancurkan mezbah itu. Dengan demikian, Mattathias menunjukkan kecintaannya pada Hukum Taurat, seperti yang telah dilakukan oleh Pinchas ketika membunuh Zimri, anak Salu.

Lalu Mattathias menjalani seluruh kota sambil berteriak, “Setiap orang yang setia kepada perjanjian TUHAN dan mentaati HukumNya, ikutlah aku!” Dengan teriakan ini, dia dan anak-anaknya melarikan diri ke gunung-gunung, meninggalkan semua miliknya.
(1 Makabi 2:24-28)

Perang antara bangsa Yahudi dengan bangsa Yunani pecah dengan peristiwa penumpahan darah ini. Pasukan dan pengikut keluarga Makabi berjumlah 12,000 orang. Sementara pasukan Yunani berjumlah 40,000 orang. Bangsa Yahudi bukan hanya kalah dalam hal jumlah. Tetapi mereka juga tidak terlatih, dan kalah dalam perlengkapan. Pasukan Yunani memiliki gajah-gajah perang yang merupakan tangki perang di zaman itu.

Singkat cerita, sekalipun kalah dalam jumlah, dalam perlengkapan, dan pelatihan, bangsa Yahudi menang, dan bangsa Yunani pulang.

Makna yang besar di balik menyalakan menorah Hanukkah adalah pernyataan kesepakatan dengan apa yang dilakukan oleh Makabi — setiap pada Hukum Taurat TUHAN, setia pada hubungan perjanjianNya dengan kita.

Selamat merayakan Hanukkah hari ke-3!

One thought on “Hanukkah: Makna Besar dalam Mukjizat Kecil (3)

Comments are closed.