Hanukkah: Makna Besar dalam Mukjizat Kecil (1)

Mulai malam ini, Minggu 6 Desember 2015, seluruh bangsa Yahudi di seluruh dunia merayakan Hari Raya Hanukkah selama 8 hari ke depan. Hari raya ini adalah hari yang terlupakan oleh bangsa-bangsa yang memegang Kitab Suci Yahudi (Taurat). Beberapa golongan dalam agama lain mungkin mulai merayakan hari-hari raya Yahudi seperti Pesakh, Rosh Hashanah, Yom Kippur, Sukkot dan seterusnya. Tetapi hampir dipastikan bahwa mereka tidak pernah merayakan Hanukkah, yang biasanya jatuh pada tanggal yang berdekatan dengan hari raya Natal.

Mengapa?

Hari-hari Raya TUHAN yang tercatat di dalam Taurat hanya berjumlah 7, dan Hari Raya Hanukkah tidak termasuk di dalamnya. Dengan kata lain, bangsa-bangsa berpikir bahwa Hari Raya Hanukkah bukanlah Hari Raya Yahudi yang “alkitabiah”.

Tetapi sebenarnya, mukjizat kecil ini memiliki tempat yang istimewa di dalam Taurat Musa.

Ke-7 hari raya TUHAN tercatat di dalam Im 23. Ketujuh hari-hari raya tersebut ditetapkan sebagai peringatan akan kejadian-kejadian nasional yang telah dialami oleh Musa dan bangsa Israel pada zaman itu. Im 23 ditutup dengan penjelasan mengenai Hari Raya Sukkot. Lalu perintah mengenai hari raya selesai sampai di sini.

Atau belum?

Perhatikan bahwa Im 24, ada satu perintah unik yang TUHAN berikan kepada Musa:

TUHAN berfirman kepada Musa: “Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala. Harun harus tetap mengatur lampu-lampu itu di depan tabir yang menutupi tabut hukum, di dalam Kemah Pertemuan, dari petang sampai pagi, di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Di atas kandil dari emas murni haruslah tetap diaturnya lampu-lampu itu di hadapan TUHAN.” (Im 24:1-4)

Segera setelah petunjuk untuk merayakan 7 hari raya TUHAN, Taurat berbicara mengenai perintah untuk menyalakan lilin menorah. Hari Raya Hanukkah adalah hari yang merayakan pentahbisan Bait Suci, setelah dicemari oleh bangsa Yunani lebih dari 2100 tahun yang lalu. Untuk mentahbiskan Bait Suci itu,  dan menguduskannya kembali dari pencemarannya, para imam diharuskan untuk menyalakan lilin-lilin menorah dengan minyak zaitun yang murni, selama 8 hari tanpa putus.

Pada zaman Musa, bangsa Israel memang belum diperintahkan untuk merayakan Hanukkah. Karena kejadian bersejarah yang akhirnya diperingati dengan hari raya tersebut belum terjadi. Namun demikian, Taurat memuat bayangan dari hari raya tersebut – Im 24:1-4 menjadi bayangan nubuatan akan 8 hari yang diperingati oleh bangsa Yahudi minggu ini.

Selamat merayakan Hanukkah hari pertama!

Popups Powered By : XYZScripts.com