Kode Rahasia di dalam Penciptaan

Artikel berikut ini adalah saduran dari pelajaran Taurat dalam salah satu Shabbat bersama Rabbi Tovia Singer, ditulis oleh Leo Yuwono dan Elisheva Wiriaatmadja. Sebuah penjelasan yang lebih mendalam mengenai topik yang sama dapat dibaca dalam buku Rahasia-rahasia Tanakh, Bab 3 – Pilar-Pilar Alam Semesta, oleh Elisheva Wiriaatmadja.

Di dalam satu ayat di awal kitab Bereshit, yang menceritakan proses penciptaan langit dan bumi, terdapat kode-kode rahasia menakjubkan yang menyingkapkan bagaimana seluruh alam semesta ini berfungsi dan bekerja, sesuai dengan hikmat terdalam TUHAN. Yang akan kita bahas kali ini berfokuskan pada  kode-kode yang terdapat dalam Kej 2:4.

אֵ֣לֶּה תוֹלְד֧וֹת הַשָּׁמַ֛יִם וְהָאָ֖רֶץ בְּהִבָּֽרְאָ֑ם בְּי֗וֹם עֲשׂ֛וֹת יְהוָ֥ה אֱלֹהִ֖ים אֶ֥רֶץ וְשָׁמָֽיִם׃

Inilah generasi/ silsilah surga dan bumi yang telah diciptakan pada hari Hashem Tuhan membuat bumi dan langit. (Bereshit 2:4)

Dalam artikel “Rahasia di Balik Kata Toldot (Generasi)”  kita membahas bagaimana kata toldot (yang berarti generasi atau silsilah), dalam ayat ini, dieja dengan dua huruf vav (תוֹלְד֧וֹת). Di artikel itu dibahas bagaimana kedua vav tersebut menunjukkan bahwa generasi yang ada saat itu merupakan generasi manusia yang sempurna (Mensch). Namun bagaimana bisa generasi itu disebut sempurna padahal Adam dan Hawa, bapa dari seluruh umat manusia, adalah manusia yang gagal dan telah jatuh ke dalam dosa? 

Jawabannya adalah karena Abraham.

Kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi “diciptakan” di Bereshit 2:4 di atas adalah b’hibaram (בְּהִבָּֽרְאָ֑ם). Kata di dalam bahasa Ibrani ini dapat diatur ulang susunannya seperti dalam permainan kata anagram, sehingga membentuk kata b’abraham (באברהם). Ini hendak menunjukkan bahwa penciptaan langit dan bumi dibuat demi satu visi yakni hadirnya sebuah pilar penting dalam sejarah manusia – yaitu Abraham, bapa atas bangsa-bangsa dan atas semua orang tzadik.

Dengan demikian, sekalipun silsilah langit dan bumi, dimulai dari Adam sampai kepada Nuh, ternyata penuh dengan orang-orang yang gagal dan yang berdosa, seluruh dunia tetap dianggap sebagai umat manusia yang sempurna — ditandai oleh toldot dengan dua vav — karena TUHAN melihat bahwa akan ada Abraham.

Dalam semua salinan Taurat cetak maupun gulungan Taurat yang kosher, kata b’hibraham ini ditulis dengan huruf hey yang dikecilkan. Seperti pada gambar di bawah ini.

diminshed hey

Hey seperti ini disebut dengan “diminished hey” (hey yang dikecilkan). Hal ini adalah tanda yang hendak menunjukkan bahwa kata ini dapat dibaca dengan cara dimana huruf hey  terpisah dari seluruh kata b’hibaram. Dengan demikian, cara bacanya bukan lagi b’hibaram tetapi b’HEY-baram – artinya, “…dengan (huruf) HEY mereka diciptakan.” Hey di sini menunjuk pada bunyi nafas yang dibuang atau dikeluarkan oleh Sang Pencipta. Seolah-olah ayat ini hendak mengatakan bahwa dengan nafas, TUHAN menciptakan. Ini konsisten dengan Mzm  33:6.

בִּדְבַ֣ר יְ֭הוָה שָׁמַ֣יִם נַעֲשׂ֑וּ וּבְר֥וּחַ פִּ֝֗יו כָּל־צְבָאָֽם

Dengan firman Hashem surga dibuat, dan dengan nafas mulutNya seluruh tentara surga.