Taurat dan Perbudakan

Pengajaran Rabbi Tovia Singer yang disadur oleh Leo Yuwono.

Dalam salah satu sesi pengajaran Taurat di hari Shabbat,  seorang murid menanyakan kepada Rabbi Tovia Singer: “Jika kita membaca Taurat, kita bisa melihat bahwa Taurat itu terkesan mendukung perbudakan, apakah memang demikian?” Rabbi menjawab, “Ya, Taurat sangat mendukung, Karena perbudakan itu baik dan sangat positif.”

Jelas jawaban Rabbi sangat mengejutkan. Lalu Rabbi menjelaskan lebih lanjut, bahwa kita perlu mengerti dahulu konsep perbudakan dalam Taurat itu bagaimana, sehingga kita bisa mengerti mengapa itu dikatakan baik dan positif.

Kata “budak” atau “slave” yang digunakan dalam Taurat adalah eved (עֶבֶד). Apakah pengertian dari eved ini? Dan kapan seseorang menjadi seorang eved? Yaitu jika orang tersebut karena sesuatu dan lain hal, kehilangan sanak saudaranya, sehingga tidak ada lagi yang bisa melindungi dia lagi (ingat pada jaman itu, keluarga atau dalam skala yang lebih besar lagi klan, adalah perlindungan bagi masing-masing individu), maka orang tersebut bisa menjadi eved bagi keluarga/ klan lain.

Selain itu, seorang ayah yang miskin juga dapat memberikan anaknya sebagai eved dengan alasan supaya anak tersebut memiliki sebuah keluarga yang dapat memelihara, membesarkan dan mendidiknya dengan baik, dengan imbalan anak itu ikut berkontribusi di dalam pekerjaan-pekerjaan rumah tangga keluarga tersebut.

Hal ini sangat mirip dengan praktek di dalam beberapa keluarga tradisional di Indonesia, yang mengangkat anak dari saudara jauh yang tidak memiliki banyak uang. Anak itu ikut keluarganya, diasuh dan disekolahkan, dan anak itu ikut membantu dan mengambil bagian dalam pekerjaan-pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangganya.

Taurat mengajarkan bahwa jika seseorang memutuskan untuk mengambil orang lain menjadi eved, maka si eved tersebut menjadi bagian dari keluarga tersebut, harus terlibat dan memiliki tanggung jawab juga terhadap semua aktifitas (pekerjaan) dari keluarga tersebut, sehingga si eved ini biasanya diberi pekerjaan, membantu pekerjaan dari keluarga yang ‘mengadopsinya’. Akar kata dari eved ini sama dengan avodah (עֲבוֹדָה) yang berarti “kerja”.

Kewajiban dari keluarga/klan yang mengambil eved adalah :

  • Menganggap si eved tersebut seperti keluarganya sendiri. Contohnya adalah Eliezer. Bahkan Abraham ketika mendengar janji TUHAN bahwa keturunannya akan tidak terhitung, dia pikir itu akan digenapi melalui Eliezer, karena Eliezer sudah seperti anak bagi Abraham.
  • Memberikan perlindungan yang dibutuhkan oleh si eved itu
  • Memberikan semua kebutuhan dari si eved tersebut, dengan standard dan kualitas yang sama. Bahkan Rabbi memberi contoh, jika hanya ada satu kasur di keluarga itu, maka kasur tersebut harus diberikan kepada si eved. Intinya eved ini harus diutamakan

Dari sini, kita bisa mengerti bahwa konsep budak yang dimaksud oleh Taurat itu berbeda bumi dan langit dengan konsep budak yang dipraktekkan di luar Taurat. Konsep perbudakan Taurat dimaksudkan untuk melindungi, menjaga kehormatan dan menjamin kelangsungan hidup dari si budak (eved), bukan untuk meng-ekploitasi demi keuntungan orang / golongan tertentu.

1 Comment

Comments are closed.

Popups Powered By : XYZScripts.com